Kamis, 22 Oktober 2015

TUGAS BAHASA INDONESIA 1 (SOFTSKILL)

              1. Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar”!
Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Dalam menggunakan Bahasa Indonesia, Terdapat aturan-aturan dalam memakai bahasa secara baik dan benar, maksud dari kata baik adalah bahasa yang sering digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyesuaikan situasi atau kondisi agar dapat disampaikan dan dimengerti oleh lawan bicara, baik dari laras bahasa maupun dari kata-kata yang digunakan harus disesuaikan dengan lawan bicara agar mudah dipahami.

Ciri – ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
1.      Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat  yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2.      Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
3.      Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4.      Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
5.      Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.

Bagaimana menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar?
Untuk memahami bagaimana menggunakan bahasa indomesia dengan baik dan benar, terlebih dahulu saya akan memberikan sedikit penjelasan. “Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya dan yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. Pernyataan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu pada ragam bahasa yang dimana memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan biasanya adalah dalam bentuk bahasa yang baku.
Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada suatu kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal, penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pilihan atau prioritas utama dalam berbahasa.
Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah kaidah bahasa dan kaidah itu sendiri meliputi 6 aspek .
1.      Tata Bunyi (Fonologi)
2.      Tata bahasa (Kata dan Kalimat)
3.      Kosakata
4.      Ejaan
5.      Makna
6.     Kelogisan.

Pada aspek tata bunyi kita mungkin sudah mengenal bunyi |f|,|v| dan |z|. Contoh Kata – kata yang benar adalah fajar, fakir (miskin), motif, aktif, variable, vitamin, devaluasi, zakat, zebra dan izin . dan bukan pajar, pakir (miskin), motip, aktip, pariable, pitamin, depaluasi, jakat, jebra dan ijin .
Pada aspek pelafalan termasuk juga aspek tata bunyi. Contoh pelafan yang benar adalah kompleks, korps, transmigrasi, ekspor bukan komplek, korp, tranmigrasi dan ekspot .
Pada aspek tata bahasa. Contoh bentuk tata bahasa yang benar adalah ubah, mencari, terdesak, mengebut, tegakan dan pertanggung jawaban. Bukan obah/robah/rubah, nyari, kedesak, ngebut, tegakan dan pertangungan jawab .
Dalam segi kalimat dalam mandiri , pada kalimat mandiri harus mempunyai subjek, predikat dan objek/keterangan. Contoh kalimat : pada tabel di atas memperlihatkan bahwa wanita lebih banyak daripada pria .
jika kata “pada” di tiadakan, kata tabel di atas menjadi subjek atau kata “memperlihatkan” diubah “terlihat” agar kata bahwa dan seterusnya menjadi subjek .  dengan demikian kata itu menjadi benar.
Pada aspek kosakata  kata – kata seperti bilang, kasih, entar dan udah . lebih baik diubah dengan berkata/mengatakan, memberi, sebentar dan sudah . agar menjadi bahasa indonesia yang benar . dalam hubungannya dengan peristilahan, istilah dampak (impact), Bandar udara , keluaran (output) dan pajak tanah (land tax) sebagai istilah yang benar daripada istilah pengaruh, pelabuhan udara, hasil  dan pajak bumi .dalam segi ejaan , penulisan yang benar adalah analisis, hakikat, objek, jadwal, kualitas dan hiraki . Dalam segi makna ,  penggunaan bahasa yang benar berikatan dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan makna . seperti dalam bahasa ilmu tidak tepat jika digunakan kata yang bermakna konotatif (kiasan) . jadi penggunaan bahasa yang benar harus sesuai dengan kaidah bahasa . Kriteria penggunaan bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahas yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi . pemelihan itu berikatan dengan topik yang di bicarakan , tujuan pembicaraan, orang yang di ajak berbicara ( kalau lisan ) atau pembaca (jika tulis) , dan tempat pembicaraan . selain itu, bahasa yang baik itu bernalar , dalam arti bahwa bahasa yang kita gunakan logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat kita .
Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku 

Contoh :
                   Ibu : Siska tolong ambilkan kacamata diatas meja.
                   Budi : Iya Ibu, Siska akan mengambilkannya


Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Dosen dengan seorang mahasiswa

Contoh :  

                 Pak Dosen : Dido apakah kamu sudah mengerjakan tugas?
                 Dido : Sudah saya kerjakan pak.
                 Pak Dosen : Baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
                 Dido : Baik pak, saya akan mengumpulkannya

           Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial

           Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :

            Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
            Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Paragraf dibawah ini beberapa gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah, bukan kata popular dan bersifat objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat. Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Buku ini memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda bisa tampil secara wajar, segar, dan nyaman dibaca



2.      Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi !

Banyak Fungsi dalam Bahasa Sebagai alat Komunikasi, Yaitu : Bahasa merupakan tata aturan berbicara yang diungkapkan lebih dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami. Menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dapat saling mengerti dan memahami oleh lawan bicara. Jadi dalam hal ini tindakan pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita. Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk memberikan atau menyampaikan suatu hal kepada lawan bicara.Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain. 

                  Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah kita capai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda dengan orang lain yang mendengarnya juga. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.

                  Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

                  Bahasa sebagai sarana komunikasi yang mempunyai fungsi utama bahasa yaitu bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Contohnya :
      
Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
·      Bunyi alarm hp untuk membangunkan tidur supaya tepat waktu
·      Simbol  tanda stop untuk memberikan informasi pengguna jalan harus berhenti 
·      Simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet untuk memberikan perbedaan tempat untuk laki-laki dan perempuan 

Contoh Fungsi Bahasa dalam kehidupan sehari-hari :

       Ketika jam tepat pada waktu subuh,zhuhur,ashar,maghrib,isya maka masjid disekitar rumah akan memberikan pemberitahuan lewat pengeras suara dengan menyuarakan adzan berkumandang agar umat muslim segera melaksanakan shalat pada waktunya. Namun seringkali masjid memberikan pengumuman dukacita maupun pengumuman penting lewat pengeras suara dan waktunya tidak menentu. Maka bisa disimpulkan bahwa fungsi suara pengeras dimasjid bukan hanya dipakai untuk kegiatan beribadah melainkan untuk memberikan informasi penting terhadap di sekitar lingkungan rumah kita.



Sumber 


Senin, 29 Juni 2015

Minggu ke 9

Penanganan Kesalahan Dan Help Dokumentasi
·         Penanganan Kesalahan
            Hampir tidak ada system yang berjalan sempurna sebelum melewati berbagai rentetan kesalahan (error). Semakin besar system yang dibuat, semakin banyak kesalahan yang dapat timbul.
Tujuan software user interface yaitu:
1.      Meminimalkan kesalahan user
-          Interaksi melalui menu lebih dapat menghindarkan user dari kesalahan dari pada menggunakan perintah baris.

Gambar Sistem menu mencegah kesalahan

-          Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah “Press Any Key” menjadi ‘Press Enter Key” dikarenakan banyak telpon yang menanyakan letak tombol “Any” di keyboard.

-          Cara mengurangi kesalahan user, misalnya: seleksi user yang tepat, pelatihan yang memadai, desain peralatan, prosedur dan lingkungan.

2.      Menyediakan kemudahan recovery dari kesalahan.


Ø  Jenis-jenis kesalahan dan slip

1.      Tipe-tipe Kesalahan (Errors)
• Kesalahan Persepsi
-          Gagal menangkap informasi
-          Gagal menangkap perhatian pengguna
• Kesalahan Kognitif
-          Ketidak adaan bantuan
-          Inkonsisten
-          Ketidak adaan status informasi
-          Kemampuan yang kurang

• Kesalahan Motor (Gerak)

-          Lemahnya kondisi mata dan tangan
-          Tekanan kecepatan
-          Memerlukan kemampuan yang tinggi tapi pada koordinasi tanagan dan mata
-          Memerlukan jenis kealihan lain

2.      Tipe-tipe Slip
• Kesalahan Capture adalah Kesalahan karena terlalu sering atau kebiasaan.
• Kesalahan Deskripsi adalah
Kesalahan dalam melakukan aksi pada objek yang salah.
• Kesalahan Data Driven adalah
Kesalaha karena pengaruh data dari area edit
• Pengaktifan Asosiatif adalah
Kesalahan karena pengaruh data yang ada dipikirkan pada saat ini.
• Hilangnya Pengaktifan adalah
Kesalahan karena lupa apa yang harus dilakukan.
• Kesalahan Mode adalah
Kesalahan akibat lupa pada mode yang sedang dilakukan
Ø  Panduan Pencegahan Kesalahan

- Menghapus mode-mode atau menyediakan petunjuk yang terlihat untuk mode-mode tersebut.
- Gunakan teknik koding yang baik (warna, gaya).
- Memaksimalkan pengenalan, mengurangi hafalan.
- Merancang urutan gerak atau perintah yang tidak sama.
- Mengurangi kebutuhan untuk mengetik.
- Uji dan memantau kesalahan-kesalahan dan memperbaikinya.
- Memungkinkan pertimbangan ulang aksi-aksi yang dilakukan oleh user, misalnya memindahkan file dari recycle bin.


Ø  Panduan Recovery Kesalahan

- Menyediakan tipe-tipe tanggapan yang sesuai.
- Query: bertanya pada user apa yang sudah dilakukan, kemudian melegalkan tindakan yang salah.
- Menyediakan fungsi “undo” dan pembatalan dari proses yang sedang berjalan.
- Meminta konfirmasi untuk perintah yang drastis dan bersifat merusak.
- Menyediakan pengecekan yang beralasan pada masukan data.
- Mengembalikan kursor ke area kesalahan, memungkinkan untuk melakukan perbaikan.
- Menyediakan beberapa kecerdasan buatan.
- Menyediakan akses cepat kepada bantuan untuk konteks-sensitif.

·         Help Dan Dokumentasi
Ada sebagian pendapat menyatakan bahwa system yang interaktif  dijalankan tanpa membutuhkan bantuan atau training. Hal ini mungkin ideal akan tetapi jauh dari kenyataan. Pendekatan yang lebih membantu adalah dengan mengasumsikan bahwa user akan membutuhkan bantuan pada suatu waktu dan merancang bantuan (help) ini ke dalam system.
Ø  Jenis-jenis Help dan dokumentasi dibagi menjadi 2 yaitu:
1.      Paper based (tercetak)
Keunggulan menggunakan peper based yaitu:
-          Pengguna dapat mengerjakanya diluar masa pengerjaan tugas.
-          Pengguna dapat menulis catatan tertentu yang diperolah waktu menjalankan system

Kelemahan:
-          Lumayan sulit mendeskripsikan sesuatu yang bergerak
-          Sulit mensesuaikan antara yang di baca dengan kenyataan sebenarnya didalam sistem
-          Pengguna akan kesulitan membaca saat menjalankan sistem karena kurang praktis.                                      
2.      Computer based
Jenis Computer based yaitu :
1.      Command assistance
Mungkin pendekatan yang umum untuk user support adalah menyediakan bantuan pada level command, user yang membutuhkan bantuan pada command yang khusus dan ditampilkan pada layar bantuan atau pada manual page yang menjelaskan tentang command tersebut. Contoh pada UNIX man help dan DOS help command.

2.      Command prompts
Menyediakan bantuan ketika user menemukan kesalahan yang sering terjadi dalam bentuk prompt perbaikan

3.      Context-sensitive help
Berbentuk menu based system yang menyediakan bantuan pada menu option. Contoh spy editor help command dan Macintosh ballon help.
4.      On-line tutorial
Mengijinkan user bekerja melalui aplikasi dasar dengan lingkungan percobaan. User dapat melihat kemajuan sesuai dengan kecepatan dan dapat mengulangi bagian dari tutorial yang dia inginkan. Kebanyakan on-line tutorial tidak mempunyai intelligent karena tidak mempunyai pengetahuan tentang user dan pengalaman user sebelumnya.

5.      On-line documentation
Membuat efektif dengan membuat dokumentasi tersedia di komputer.

6.      Intelligent help system
Dioperasikan untuk memonitoring aktivitas user dan mengkonstruksikan model sesuai dengan user. Model ini termasuk pengalaman, preferences, kesalahan user atau kombinasi dari semuanya.

Ø  Ada empat jenis alat bantu yang dibutuhkan user :
1.      Quick reference
Digunakan sebagai pengingat untuk user dari suatu yang detail yang secara dasar sangat familiar dan biasa digunakan.

2.      Task-specific help
Membantu user menghadapi masalah atau tidak pasti mengambil tindakan dalam memecahkan masalah yang khusus

3.      Full explanation
Suatu alat bantu atau perintah yang dapat membantu memahami secara lengkap.

4.      Tutorial
Khusus untuk user baru yang menyediakan perintah secara step by step.

Ø  Kebutuhan dari user support
1.      Availability
User dapat menggunakan bantuan pada setiap waktu selama berinteraksi dengan system

2.      Accuracy dan completeness
Bantuan ini seharusnya menyediakan kekakuratan dan kelengkapan system bantuan.

3.      Consistency
Seperti diketahui bahwa user membutuhkan jenis-jenis yang berbeda dari bantuan untuk digunakan pada kegunaan yang berbeda. Hal ini dapat secara tidak langsung menyebabkan system bantuan tidak dapat bekerja. Sistem bantuan menyediakan harus konsisten terhadap semua system yang ada dan juga pada system itu sendiri.

4.      Robustness
Sistem bantuan ini biasanya digunakan oleh orang yang sedang dalam kesulitan karena system mempunyai perilaku yang tidak dia harapkan atau mempunyai kesalahan. Hal ini sangat penting dimana system bantuan seharusnya kuat baik dalam hal menangani kesalahan dan perilaku yang tidak diharapkan.

5.      Flexibility
System bantuan yang fleksibel akan membuat setiap user dapat beinteraksi dalam mencari sesuatu yang sesuai dibutuhkannya
.
6.      Unobtrusiveness
System ini seharusnya tidak mencegah user dalam melanjutkan pekerjaannya.

Ø  Knowledge representation : user modelling
1.      Quantification
Model yang sederhana dari user modelling yang menggunakan jumlah tingkatan dari keahlian yang akan merespon ke arah yang berbeda.
Contoh
Move from Level 1 to Level 2
If
            The system has been used more than twice (0.25)
Commands x and y have been used effectively (0.20)
            Help has not been accessed this session (0.25)
            The system has been used in the last 5 days
2.      Stereotypes
Berbasiskan pada karakteristik user dan kemungkinan sederhana seperti membuat perbedaan antara user baru dan user yang ahli. Atau yang lebih kompleks seperti membuat stereotype yang berbasiskan pada lebih dari satu informasi.

3.      Overlay models
Merupakan model yang ideal yang membandingkan perilaku user. Hasilnya ditampilkan dalam dua model atau perbedaan. Keuntungan dari model ini dapat melihat secara pasti bagian dari aktivitas suatu system. Pendekatan yang sama digunakan pada error based model dimana system menyimpan rekaman kesalahan  dan perilaku sebenarnya dari user serta membandingkannya

Ø  Knowledge representation : domain and task modelling
Pendekatan yang umum dari masalah ini adalah untuk mewakili tugas user dari urutan perintah yang tersedia untuk mengeksekusinya. Sebagaimana pada tugas user, command digunakan untuk membandingkan urutan tugas yang telah disimpan dan mencocokan dengan urutan tepat. Jika urutan command user tidak cocok maka dibutuhkan bantuan. Pendekatan ini digunakan pada system PRIAM.

Ø  Knowledge representation : modelling advisory strategy
Sistem ini kadang disebut dengan intelligent help yang membuat modelling advisory atau strategi tutorial. Pada system ini tidak hanya membolehkan memilih nasehat yang cocok untuk user tetapi juga menggunakan metode yang cocok.

Ø  Teknik untuk knowledge representation
Terdapat empat group utama dari teknik yang digunakan dalam knowledge representation untuk intelligent help system :
1.      Rule based techniques
Pengetahuan digunakan untuk mewakili sekumpulan aturan dan kenyataan. Teknik ini digunakan untuk domain yang relatif besar dan dapat mewakili kegiatan yang menampilkan pengetahun.
Contoh:
IF
            Command is EDIT file1
AND
            Last command is COMPILE file1
THEN
            Task is DEBUG
            action is describe automatic debugger
2.      Frame based technique
Digunakan untuk mewakili situasi yang umum terjadi. Frame merupakan suatu struktur yang berisi slot yang diberi label yang mewakili cirri yang berhubungan.
Contoh :
            User
                        Expertise level : novice
                        Command : EDIT file1
                        Last command : COMPILE FILE1
                        Errors this session : 6
                        Action : describe automatic debugger
3.      Network based techniques
Mewakili pengetahuan tentang user dan system yang merupakan hubungan antara kenyataan. Contoh yang paling umum adalah semantic network. Network merupakan suatu hirarki dan child dapat berhubungan dengan parent-nya
Contoh compile yang dapat diperluas dengan semantic network :
            CC is an instance of COMPILE
            COMPILE is a command
            COMPILE is related to DEBUG
            COMPILE is related to EDIT
Automatic debugger facilitates DEBUG
4.      Example based technique
Mewakili pengetahuan yang secara implicit  dengan struktur keputusan dari suatu klasifikasi system.
Contoh :
            EDIT file1
            COMPILE file1

Ø  Masalah dengan knowledge representation dan modelling
Pengetahuan mewakili suatu issue pusat dalam intelligent help system tetapi tidak tanpa masalah itu sendiri. Pengetahuan kadang sulit didapatkan, terutama jika ada domain yang expert tidak tersedia. Masalah lain adalah mengintepretasikan informasi yang cocok.
1.   Inisiatif
-          Haruskah user mempertahankan pengawasan yang lengkap terhadap system,
-          Haruskah system langsung berinteraksi atau
-          Haruskan penggabungan dialog didukung ?

2.   Effect
Para perancang seharusnya memperhatikan efek dari modelling dan adaptasi

3.   Scope
Para perancang perlu memperhatikan scope dari bantuan dimana digunakan pada level aplikasi atau system yang luas.

Ø  Isu presentasi dalam help dan dokumentasi yaitu:
1.  Masalah presentasiHow is help requested ?
Pilihan pertama bagi perancang untuk membuat bagaiman bantuan dapat diakses oleh user. Terdapat beberapa pilihan. Bantuan ini dapat berupa command, button fungsi yang dapat memilih on atau off atau aplikasi yang terpisah.
2.   How is help displayed?
Bagaimana bantuan akan dapat dilihat oleh user. Dalam system window mungkin ditampilkan dalam window yang baru. Dalam system lain mungkin dalam layar yang penuh atau bagian dari layar. Alternatif lain dapat berbentuk pop-up box atau tingkat command line
3.   Effective presentation of help
Tidak menjadi masalah teknologi apa yang digunakan untuk membuatnya akan tetapi yang perlu diperhatikan dan menjadi suatu prinsip yakni keefektifan.
Ø  Merancang Help dan dokumentasi
Terdapat banyak cara untuk merancangnya dan semua itu diserahkan pada perancang untuk memilih cara yang terbaik akan tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah :
1.      Perancangannya seharusnya tidak seperti “add-on” pada system. Secara ideal seharusnya merupakan bagian integral dalam sistem
2.      Perancang harus memperhatikan isi dari bantuan dan konteks sebelum teknologi tersedia

Gambar Help dan Dokumentasi

Sumber:  
-          Buku Interaksi Manusia dan Komputer Penerbit GUNADARMA
-          Surbekti, Irfan: Santosa, Insap ; Interaksi Manusia dan Komputer, edisi Jurusan Teknik Informatika-ITS, 2006
-          Sudarmawan; Ariyus, Dony; Interaksi Manusia dan Komputer, Andi Offset Yogyakarta, 2007